By ; Wiwin Winarsih
Edit by :
WHATS Genk
Repost tulisan pak ikhwan shopa
THE LAW OF ATTRACTION VERSI ORANG YANG BERIMAN KEPADA TUHAN
I. Landasan Prinsip LOA
The Law of Attraction (LOA) berjalan di atas prinsip "sangkaan" di mana
sangkaan yang baik akan menuai baik dan yang buruk akan menuai buruk.
Bagi orang yang beriman kepada Tuhan, itu berarti bersangka baik kepada
Tuhan dan Tuhan telah menjanjikan bahwa Ia sesuai dengan sangkaan
hamba-Nya (Hadits).
Sangkaan baik kepada Tuhan adalah sangkaan tentang sifat-sifat baik-Nya
yang dilekatkan pada nama-nama baik-Nya. Tuhan telah memperkenalkan
setidaknya 99 nama-nama baik-Nya yang harus dijadikan dasar bagi
sangkaan baik hamba-hamba-Nya (Quran).
Keharusan untuk menjadikan nama-nama baik-Nya sebagai dasar sangkaan
hamba-Nya itu terkandung dalam sabda utusan yang dicintai-Nya untuk
tidak menemui ajal kecuali dalam keadaan bersangka baik kepada-Nya
(Hadits).
Seluruh sangkaan baik itu dijiwakan ke dalam dua elemen utama kehidupan
yaitu keadaan senang dan keadaan susah yang mana hamba-Nya diperintahkan
untuk memaknai keduanya sebagai ujian (untuk bersyukur dan bersabar)
selama hidup sampai hamba itu mati, di mana setiap ujian adalah untuk
menaikkan kelas yang diuji (Quran).
II. Outcome, Mekanisme, dan Target LOA
Outcome LOA adalah keadaan yang tanpa tergantung apakah keadaan itu
diinginkan atau tidak, disukai atau tidak, diminta atau tidak,
diharapkan atau tidak, dipikirkan atau tidak, akan menjadi ada dan
terjadi, sepanjang target yang dipersyaratkan terpenuhi, sehingga memicu
mekanisme penciptaannya secara otomatis.
Outcome LOA adalah:
Menjadi makhluk yang diterima di muka bumi. Inilah keadaan akhir yang
didambakan setiap praktisi LOA dengan apapun yang ingin didapatkannya di
dunia ini.
Mekanisme LOA adalah sebagai berikut.
"Apabila Allah mencintai seorang hamba, Dia memanggil Jibril, lalu
berkata, 'sesungguhnya Allah mencintai si Fulan, maka cintailah dia!'
Kemudian Jibril mencintainya. Lalu, Jibril menyerukan kepada seluruh
penghuni langit, 'sesungguhnya Allah mencintai si Fulan, maka cintailah
dia!' Kemudian, penghuni langit pun mencintainya. Lalu, orang tersebut
didudukkan sebagai orang yang diterima di muka bumi." (Hadits)
Target LOA adalah:
1. Dicintai Pemilik dan Penguasa Alam Semesta,
2. Dicintai Master Broadcaster Alam Semesta,
3. Dicintai Seluruh Jajaran Manajemen Alam Semesta.
Cinta, itu setingkat di atas sayang dan dua tingkat di atas kasih.
III. Pembatal LOA
Pembatal LOA adalah kemelekatan. Tujuh cara yang paling efektif untuk membebaskan diri dari kemelekatan adalah:
1. Berorientasi ke akhirat, sehingga tidak melekat pada dunia,
2. Berorientasi ke langit, sehingga tidak melekat pada bumi,
3. Berorientasi ke kematian, sehingga tidak melekat pada kehidupan.
4. Berorientasi ke spiritual, sehingga tidak melekat pada fisik.
5. Berorientasi ke jiwa, sehingga tidak melekat pada raga.
6. Berorientasi ke iman, sehingga tidak melekat pada pengingkaran,
7. Berorientasi ke pikiran, sehingga tidak terjebak oleh perasaan.
IV. State Pengaktivasi LOA
Delapanbelas state dalam vibrasi sangkaan baik yang mengaktivasi LOA,
mencegah pembatalnya, mencapai targetnya, memicu mekanisme otomatisnya
sehingga menciptakan outcomenya adalah:
01. Segera Bertaubat, mensucikan keseluruhan diri,
02. Menjaga Wudhu, mensucikan fisik,
03. Bersikap Adil, mensucikan akal,
04. Bertaqwa, mensucikan ketakutan,
05. Berbuat Baik, mensucikan tindakan,
06. Bertawakkal, mensucikan kepasrahan,
07. Bersabar, mensucikan kelemahan,
08. Mengikuti Sunnah Rasul, mensucikan keteladanan,
09. Menegakkan Ajaran Tuhan, mensucikan perjuangan,
10. Menghindari Berkata Keji, mensucikan perkataan,
11. Tetap Bersyukur di Saat Sedih, mensucikan perasaan,
12. Menjaga Sifat Malu dan Sopan, mensucikan hawa nafsu,
13. Beribadah Tanpa Dilihat Orang, mensucikan niat,
14. Saling Mencintai Di Jalan Tuhan, mensucikan cinta,
15. Mencintai Apa yang Diwajibkan, mensucikan tugas,
16. Tetap Santun saat Marah, mensucikan kekuatan,
17. Banyak Mengingat Mati, mensucikan batas waktu,
18. Mencintai yang Dicintai Tuhan dan Rasul-Nya, mensucikan penghambaan.
Dalam bahasa LOA, pensucian dikenal sebagai pengkutuban, keberpihakan,
atau orbit, sebagaimana kutub utara dan selatan tidak pernah bertemu
tapi selalu berseberangan dalam garis lurus, sebagaimana memilih A
adalah tidak memilih B, dan sebagaimana bulan yang tak pernah lebih
dekat dengan bumi dan tak pernah pula lebih jauh darinya. Pensucian
adalah mencapai bersih dengan lebih dahulu mengakui kotornya. Bukan sok
suci, tapi tak pernah berhenti mensucikan diri.
Seluruh state di atas berasal dari ajaran Quran dan Hadits. Beberapa
versi menyatakan state-state yang berbeda tapi beresensi sama. Aktivasi
state bisa dimulai dengan memilih salah satu state untuk dikuasai dan
kemudian melatih state-state yang lainnya sebanyak mungkin dengan selalu
mewaspadai pembatalnya.
Kita dimampukan memilih, tapi sebatas untuk menyangka.
Maka, pilihlah sangkaan yang baik.
Dan Allah Maha Tahu yang sebenarnya.
Wallahu a’lam bish-shawabi
==============================================================================================
==============================================================================================
Nah, buat kalian yang mulai tertarik untuk lebih
serius dalam mendalami dan merasakan gimana asik
dan saktinya sensasi belajar Tarot? Mind Power? Hypnosis? Fisiognomy? Micro
Ekspresi? Grafologi? Serta kaitannya sama kepribadianmu...??
SILAKAN
AJA CALL :
WHATS Management
1. Listianto Suryo Prakoso CH
WA : 085 728 718 277
PIN : 5F12DB9A
2. Fuad Hasan CH M
WA : 0859 3996 9588
PIN : 54D60AD9
3. Kazama Arief Kirono CHLM
WA : 081 931 664455
PIN : 7ECD4E5E
Atau Klik :